Kategori
Berita

Harmoni Lingkungan dan Tradisi: MI Cikembulan Gelar Aksi Bersih Massal Sambut Ramadhan dalam Bingkai Adiwiyata

Cikembulan– Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Cikembulan menggelar aksi kerja bakti besar-besaran yang melibatkan seluruh elemen madrasah. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 13 Februari 2026 ini bukan sekadar ritual bersih-bersih biasa, melainkan sebuah integrasi antara implementasi Program Adiwiyata dan pelestarian tradisi gotong royong yang telah mengakar di masyarakat Indonesia.

Sejak pagi hari, halaman MI Cikembulan sudah tampak ramai. Siswa, guru, staf kependidikan berkumpul dengan membawa berbagai peralatan kebersihan. Semangat keceriaan terpancar dari wajah para siswa yang antusias membersihkan ruang kelas dan taman sekolah mereka sebagai bagian dari persiapan fisik dan spiritual menyambut bulan puasa.

Sebagai sekolah yang berkomitmen pada program Adiwiyata, MI Cikembulan terus berupaya menciptakan lingkungan belajar yang bersih, sehat, dan asri. Kegiatan pada Jumat pagi ini menjadi momentum krusial untuk menanamkan nilai-nilai edukasi lingkungan secara langsung kepada para peserta didik. Para siswa diajarkan untuk memilah sampah antara organik dan anorganik. Hal ini sejalan dengan prinsip Adiwiyata yang mengedepankan aspek edukatif dalam setiap kegiatan pelestarian lingkungan.

Di sisi lain, kegiatan ini juga merupakan manifestasi dari tradisi gotong royong menyambut bulan suci Ramadhan. Tradisi membersihkan lingkungan sekolah sebelum memasuki bulan puasa sudah menjadi bagian dari identitas budaya di MI Cikembulan.

Semangat gotong royong ini terlihat dari cara kerja yang terorganisir. Guru dan siswa bahu-membahu membersihkan selasar, jendela, hingga area halaman. Kebersamaan ini menciptakan ikatan emosional yang kuat, membuktikan bahwa persiapan menyambut bulan suci paling indah dilakukan dengan kebersamaan.

Kepala MI Cikembulan, Iip Miptahul Munir, S.Ag., M.Pd, yang turut terjun langsung memantau kegiatan tersebut, memberikan apresiasi yang tinggi atas semangat seluruh warga madrasah pada pelaksanaan kerja bakti kali ini.

“Kegiatan bersih-bersih pada hari Jumat, 13 Februari ini adalah wujud nyata dari kecintaan kita terhadap lingkungan dan rasa syukur kita dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Melalui implementasi program Adiwiyata, kita ingin memastikan bahwa MI Cikembulan tidak hanya mencetak generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesalehan ekologis—peduli pada kelestarian alam ciptaan Allah SWT,” ujar Iip Miptahul Munir, S.Ag., M.Pd.

Beliau juga menambahkan bahwa tradisi gotong royong harus terus dipupuk. “Dengan membersihkan madrasah kita secara bersama-sama, kita sedang menyiapkan rumah kedua bagi anak-anak kita agar mereka dapat menjalankan ibadah dan belajar di bulan Ramadhan dengan lebih khusyuk, nyaman, dan tenang,” pungkasnya.

Keceriaan tidak hanya datang dari jajaran guru, tetapi juga terpancar dari para siswa. Salah satu siswa kelas 5, Haykal Putra, tampak semangat menyapu area halaman depan kelasnya bersama teman-teman sebayanya. Sambil sesekali menyeka keringat, ia mengungkapkan kegembiraannya bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini.

“Senang sekali bisa ikut kerja bakti hari ini. Rasanya jadi lebih semangat sekolahnya kalau kelas dan halamannya bersih begini. Apalagi sebentar lagi mau puasa Ramadhan, jadi kalau sekolahnya rapi, belajar dan ibadahnya juga jadi lebih nyaman. Tadi aku sama teman-teman juga diajarkan cara memilah sampah yang benar sama Bapak Guru,” ujar Haykal Putra dengan wajah ceria.

Keikutsertaan siswa seperti Haykal menunjukkan bahwa nilai-nilai Adiwiyata dan semangat gotong royong telah tersampaikan dengan baik kepada generasi muda di MI Cikembulan.

Dampak dari kegiatan ini langsung terasa. Lingkungan MI Cikembulan kini tampak jauh lebih segar dan tertata. Selain lingkungan yang bersih, kegiatan ini juga memberikan pelajaran berharga tentang kerja sama tim dan tanggung jawab.

Ke depan, MI Cikembulan berkomitmen untuk menjadikan aksi kebersihan ini sebagai gaya hidup sehari-hari. Dengan semangat Adiwiyata dan tradisi gotong royong yang kuat, madrasah optimis dapat menjadi sekolah model yang mampu menyelaraskan antara prestasi pendidikan dan pelestarian nilai-nilai luhur bangsa serta agama.

 

Kategori
Berita

Siap Beraksi! MI Cikembulan Terjunkan Kontingen Terbaik di POSMAD KKM Sidamulih-Pangandaran.

Pangandaran — Madrasah Ibtidaiyah (MI) Cikembulan mengikuti kegiatan POSMAD (Pekan Olahraga, Seni, dan Madrasah) 2026 yang diselenggarakan oleh KKM Kecamatan Sidamulih–Pangandaran. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa–Rabu, 10–11 Februari 2026, bertempat di MIN 6 Pangandaran, dan diikuti oleh seluruh siswa-siswi madrasah ibtidaiyah se-KKM Sidamulih–Pangandaran. Kegiatan POSMAD merupakan agenda pembinaan tahunan yang bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik dalam bidang olahraga, seni, dan akademik, sekaligus memperkuat karakter, sportivitas, serta kepercayaan diri siswa. Melalui kegiatan ini, siswa diberikan ruang untuk belajar berkompetisi secara sehat dan menjalin kebersamaan dengan siswa dari madrasah lain. Pada POSMAD 2026 ini, MI Cikembulan mengirimkan beberapa siswa terbaik untuk mengikuti berbagai cabang perlombaan, di antaranya calistung, catur, gobag sodor, lari, lomba cerdas cermat, mini soccer, pidato, puisi, dan bola voli. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan pendampingan guru sebagai bentuk pembinaan dan penguatan karakter. Kepala MI Cikembulan, Iip Miptahul Munir, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa partisipasi dalam POSMAD merupakan bagian dari proses pendidikan yang utuh. “Melalui POSMAD, madrasah ingin membentuk siswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keberanian, sportivitas, dan semangat kebersamaan. Ini adalah pengalaman belajar yang sangat berharga bagi anak-anak,” ungkapnya. Guru pendamping, Enung Yuliawati, S.Ag., menambahkan bahwa siswa menunjukkan semangat dan sikap positif selama kegiatan berlangsung. “Anak-anak mengikuti setiap perlombaan dengan penuh antusias. Mereka belajar disiplin, tanggung jawab, serta saling mendukung satu sama lain,” ujarnya. Selama dua hari pelaksanaan, kegiatan POSMAD berjalan dengan tertib dan lancar berkat kerja sama panitia, guru pendamping, serta dukungan dari seluruh pihak. Kehadiran siswa MI Cikembulan dalam kegiatan ini menjadi bentuk komitmen madrasah dalam mendukung pengembangan minat dan bakat peserta didik. Melalui keikutsertaan dalam POSMAD 2026 KKM Sidamulih–Pangandaran, MI Cikembulan berharap para siswa semakin termotivasi untuk terus belajar, berprestasi, dan membawa nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah maupun di masyarakat.

Kategori
Berita

Kolaborasi Pendidikan: PKKJ Persis 1 Pajagalan di MI Cikembulan

PKKJ Pesantren Persis 1 Pajagalan Dorong Penguatan Pendidikan di MI Cikembulan
Pangandaran — Sebanyak 12 siswa Pesantren Persatuan Islam (Persis) 1 Pajagalan melaksanakan kegiatan Praktek Kependidikan dan Khidmah Jam’iyyah (PKKJ) di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Cikembulan, Kabupaten Pangandaran. Kegiatan pengabdian ini berlangsung selama satu pekan, mulai 20 Januari hingga 27 Januari 2026.
PKKJ merupakan program praktik lapangan yang bertujuan membekali siswa pesantren dengan pengalaman langsung dalam bidang pendidikan, dakwah, dan pengabdian kepada masyarakat. Program ini menjadi bagian dari proses pembinaan karakter serta penguatan kompetensi kependidikan siswa Pesantren Persis 1 Pajagalan.
Selama pelaksanaan kegiatan, para peserta PKKJ terlibat aktif dalam berbagai aktivitas madrasah, di antaranya praktik mengajar di kelas, pendampingan kegiatan keagamaan, serta partisipasi dalam kegiatan pendukung pembelajaran. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara terarah dengan pendampingan ustadz pamong dan koordinasi bersama pihak madrasah.
Kepala MI Cikembulan, Iip Miptahul Munir, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan PKKJ memberikan kontribusi positif bagi madrasah dan peserta didik.
“Kegiatan PKKJ ini memberikan manfaat nyata bagi MI Cikembulan, terutama dalam mendukung proses pembelajaran dan pembinaan karakter siswa. Kami berharap program seperti ini dapat terus berlanjut dan semakin memperkuat sinergi antar lembaga pendidikan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok siswa PKKJ Pesantren Persatuan Islam 1 Pajagalan menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran yang bermakna sekaligus bentuk pengabdian kepada masyarakat.
“PKKJ merupakan kesempatan bagi kami untuk belajar sekaligus mengabdi. Semoga kehadiran kami dapat memberikan manfaat dan menjadi motivasi bagi siswa-siswi MI Cikembulan untuk terus semangat dalam menuntut ilmu,” tuturnya.
Melalui kegiatan PKKJ ini, Pesantren Persis 1 Pajagalan menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan serta mencetak generasi yang memiliki kesiapan akademik, akhlak yang baik, dan kepedulian sosial. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata kolaborasi antara pesantren dan madrasah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang positif dan berkelanjutan.

 

Kategori
Berita

Guru MI Cikembulan dan RA Assyifa Tingkatkan Kompetensi melalui Webinar Continuous Improvement Berbasis Nilai Islam

MI Cikembulan dan RA Assyifa terus berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan tata kelola madrasah. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah dengan mengikuti Webinar Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang diselenggarakan oleh Universitas Buddhi Dharma bekerja sama dengan Yayasan Insan Cita Abditama, dengan tema Implementasi Continuous Improvement (CI) di Dunia Pendidikan.
Webinar yang dilaksanakan secara daring pada Sabtu, 10 Januari 2026 ini menjadi sarana bagi para guru untuk memperdalam pemahaman tentang bagaimana proses perbaikan berkelanjutan dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar dan pengelolaan sekolah. Melalui pendekatan ini, guru didorong untuk terus mengevaluasi, memperbaiki, dan meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkesinambungan.
Dalam kegiatan tersebut, konsep Continuous Improvement dijelaskan sebagai pendekatan yang selaras dengan nilai-nilai Islam, seperti islah (perbaikan), ihsan (memberikan yang terbaik), dan istiqamah (konsistensi dalam kebaikan). Dengan pemahaman ini, peningkatan mutu tidak hanya menjadi target program, tetapi juga bagian dari budaya kerja guru dan madrasah.
Kepala Madrasah MI Cikembulan, Bapak Iip Miptahul Munir, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan dorongan positif bagi para guru untuk terus berkembang dan berinovasi dalam pembelajaran. Menurutnya, guru yang mau terus belajar akan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih bermakna bagi peserta didik.
Ketua Yayasan Insan Cita Abditama, Bapak Beben Kuswandani, juga mengapresiasi keikutsertaan para guru dalam kegiatan ini. Ia menilai bahwa penguatan kapasitas guru melalui pelatihan dan webinar seperti ini merupakan investasi penting dalam membangun kualitas lembaga pendidikan.
Webinar ini menghadirkan tim dosen dari Universitas Buddhi Dharma sebagai pemateri, yaitu:
– Assoc. Prof. Dr. Abidin, S.T., M.Si., yang membahas konsep Continuous Improvement dalam perspektif Islam dan manajemen mutu pendidikan.
– Prihantoro Syahdu Sutopo, S.T., M.T., yang menjelaskan penerapan siklus PDCA (Plan–Do–Check–Act) dalam pengelolaan sekolah.
– Andri Oktarian, S.T., M.T., yang menguraikan penggunaan 7 tools pengendalian mutu untuk menganalisis dan menyelesaikan masalah di sekolah.
– Sulkhan, S.T., M.T., yang menyampaikan materi Kaizen dan 5S dalam menciptakan lingkungan belajar yang rapi, bersih, dan disiplin.
– Ir. Alek, S.T., M.M., IPM., ASEAN Eng., yang membahas Review Artificial Intelligence
– Achmad Mico Wahono, S.T., M.T., yang memaparkan Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Pembelajaran

Melalui kegiatan ini, para guru MI Cikembulan dan RA Assyifa diharapkan dapat mengimplementasikan prinsip perbaikan berkelanjutan dalam kegiatan sehari-hari di madrasah, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih terarah, efektif, dan berkualitas. Webinar ini juga menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam membangun madrasah yang unggul, profesional, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.