Kategori
Berita

Membangun Karakter Anak Anti-Bullying | MI Cikembulan Gandeng Polres Pangandaran

Cikembulan— Semangat kebersamaan dan kepedulian tampak jelas di MI Cikembulan saat digelarnya kegiatan edukasi pencegahan bullying pada Rabu, 15 April 2026. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara MI Cikembulan dengan Satbinmas Polres Pangandaran dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa.
Hadir sebagai narasumber, Bripda Nandi Permana dan Briptu Muhammad Aditya, yang memberikan materi dengan pendekatan yang santai namun penuh makna. Para siswa diajak memahami bahwa bullying bukan sekadar bercanda, tetapi dapat memberikan dampak serius bagi korban maupun pelaku.
Dalam kegiatan tersebut, siswa dikenalkan dengan konsep sederhana yang mudah diingat, yaitu 3S (Stop, Speak, Support). Melalui konsep ini, siswa didorong untuk berani:
menghentikan tindakan bullying (Stop),
melaporkan kepada guru atau orang dewasa (Speak),
serta memberikan dukungan kepada teman yang membutuhkan (Support).
Kegiatan berlangsung interaktif dengan adanya diskusi, tanya jawab, serta contoh situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Antusiasme peserta terlihat dari keberanian mereka dalam menjawab pertanyaan dan berbagi pendapat.
Sebagai bentuk komitmen bersama, seluruh siswa dengan penuh semangat menggaungkan moto: “MI Cikembulan, BERANI!! Lihat Bullying, LAPOR!!! Teman Sedih, KITA TOLONG!!”
Kepala MI Cikembulan, Bapak Iip Miptahul Munir, S.Ag., M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah penting dalam membentuk karakter siswa.
“Kami ingin menanamkan nilai keberanian dan kepedulian kepada siswa, agar mereka tidak hanya menjauhi bullying, tetapi juga berani bertindak untuk mencegahnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Briptu Muhammad Aditya mengaku sangat mengapresiasi partisipasi siswa selama kegiatan berlangsung.
“Kami sangat senang melihat anak-anak yang aktif dan antusias. Harapannya, edukasi ini bisa membantu memutus rantai kekerasan dan bullying di lingkungan sekolah,” tuturnya.
Salah satu siswa, Syahdan Maulana, juga merasa mendapatkan pengalaman yang berharga.
“Kegiatannya seru dan saya jadi lebih berani. Kalau melihat bullying, kita harus membantu dan tidak diam saja,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, MI Cikembulan berharap seluruh siswa dapat menjadi bagian dari perubahan, menciptakan lingkungan sekolah yang lebih ramah, saling menghargai, dan bebas dari bullying.

Kategori
Berita

Investasi Akhirat! MI Cikembulan Kirim Delegasi Terbaik ke Gebyar Haflah Hifdzil Qur’an 2026

PANGANDARAN – Semangat membumikan Al-Qur’an kini tengah menyelimuti keluarga besar MI Cikembulan. Sebanyak 9 siswa-siswi terbaik madrasah tersebut dipastikan akan ikut serta dalam ajang bergengsi Gebyar Haflah Hifdzil Qur’an Tingkat Kabupaten Pangandaran Tahun 2026.

Tujuan mereka jelas: Gedung MAN 1 Pangandaran. Di sanalah, perhelatan akbar Gebyar Haflah Hifdzil Qur’an Tingkat Kabupaten Pangandaran Tahun 2026 diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran.

Kegiatan tahun ini mengusung tema yang sangat filosofis: “Gema Wahyu di Bumi Pangandaran: Membumikan Al-Qur’an, Melangitkan Harapan, Menuju Generasi Emas 2045”. Tema ini bukan sekadar rangkaian kata indah di atas spanduk, melainkan sebuah visi besar untuk membentuk karakter anak muda Pangandaran yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual.

Bagi MI Cikembulan, partisipasi dalam ajang ini adalah bentuk nyata dari implementasi pendidikan karakter. Di tengah gempuran arus digitalisasi dan modernitas yang seringkali menjauhkan anak-anak dari nilai-nilai agama, MI Cikembulan justru semakin mempererat hubungan siswanya dengan kitab suci.

Sebelas nama telah tercatat dalam daftar delegasi. Mereka adalah putra-putri terbaik yang telah melalui seleksi internal yang ketat di madrasah. Berikut adalah para pejuang ayat Allah tersebut:

  1. Mochamad Alfin Fathurrohman (Siswa Kelas 3)

  2. Muhammad Hafidz Ibnu Rojab Bin Ma’ruf (Siswa Kelas 3)

  3. Khanza Ayudia Sujono(Siswa Kelas 4)

  4. Iklima Assadiyah (Siswa Kelas 5)

  5. Naina Kusniawati (Siswa Kelas 5)

  6. Rava Al-Zheira (Siswa Kelas 5)

  7. Ayuha Azka Anzani (Siswa Kelas 6)

  8. Ihsan Abdi Alhawari (Siswa Kelas 6)

  9. Hasna Inas Sajidach (Siswa Kelas 6)

Pemilihan MAN 1 Pangandaran sebagai lokasi kegiatan memberikan nuansa tersendiri. Sebagai salah satu institusi pendidikan unggulan di kabupaten, MAN 1 Pangandaran memiliki fasilitas yang memadai untuk menampung ratusan peserta dari jenjang RA, MI, MTs, hingga MA.

Bagi para siswa MI Cikembulan, menginjakkan kaki di MAN 1 Pangandaran adalah sebuah kebanggaan. Ini adalah panggung besar pertama bagi sebagian dari mereka. Persiapan mental menjadi fokus utama para guru pembimbing. Selain kelancaran hafalan (fashohah), aspek kepercayaan diri dan ketenangan saat menghadapi dewan hakim menjadi poin penting yang terus dilatih dalam simulasi internal di sekolah.

Kepala MI Cikembulan tidak dapat menyembunyikan rasa harunya saat melepas keberangkatan para siswa ini. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa nilai seorang penghafal Al-Qur’an terletak pada kemuliaan akhlaknya, bukan sekadar piala yang dibawa pulang.

“Hari ini, hati saya dipenuhi dengan rasa syukur yang tak terhingga. Melihat wajah-wajah tulus anak-anak kita, saya melihat masa depan Pangandaran yang cerah. Saya merasa sangat bangga dan bersyukur melihat antusiasme anak-anak kita dalam mengikuti Gebyar Haflah Hifdzil Qur’an tahun ini di MAN 1 Pangandaran.”

“Ini bukan sekadar kompetisi untuk mencari siapa yang paling cepat menghafal, melainkan langkah nyata kita untuk melahirkan generasi qur’ani yang akan menjadi pemimpin di masa depan. Kepada anak-anakku: Alfin, Hafidz, Khanza, Iklima, Naina, Rava, Ayuha, Ihsan, dan Hasna—tampilkanlah yang terbaik. Niatkan karena ibadah, bukan karena pujian manusia. Jadikan momentum ini sebagai penyemangat untuk terus mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Doa seluruh keluarga besar MI Cikembulan menyertai setiap langkah kalian.” — Kepala MI Cikembulan.

Mengapa kegiatan seperti Haflah Hifdzil Qur’an ini begitu penting? Jawabannya terletak pada target nasional Indonesia di tahun 2045. Seratus tahun kemerdekaan Indonesia menuntut adanya sumber daya manusia yang unggul.

MI Cikembulan percaya bahwa keunggulan itu dimulai dari hati yang bersih. Dengan menghafal Al-Qur’an, otak siswa terlatih untuk fokus, disiplin, dan memiliki daya ingat yang tajam. Secara psikologis, kedekatan dengan Al-Qur’an juga memberikan ketenangan emosional yang sangat dibutuhkan oleh remaja di masa transisi.

Keberhasilan pengiriman delegasi ini juga tidak lepas dari peran aktif orang tua siswa. Tanpa dukungan di rumah, mustahil bagi seorang anak untuk konsisten menjaga hafalannya. Sinergi antara madrasah, orang tua, dan masyarakat Cikembulan menjadi kunci utama mengapa program tahfidz di sekolah ini terus berkembang pesat dari tahun ke tahun.

Gebyar Haflah Hifdzil Qur’an 2026 di MAN 1 Pangandaran akan menjadi catatan sejarah bagi MI Cikembulan. Menang atau kalah hanyalah bagian dari proses belajar, namun keberanian untuk berdiri di hadapan banyak orang dan melantunkan ayat-ayat suci adalah kemenangan yang sesungguhnya.

Semoga kesembilan Siswa kita diberikan kemudahan, kelancaran lisan, dan ketetapan hati selama kegiatan berlangsung. Amin Ya Rabbal Alamin.

Kategori
Berita

Sinergi Kebaikan di Gerbang Ramadhan: MI Cikembulan dan RA dan Madrasah Se-Kecamatan Sidamulih Gelar Aksi Berbagi Takjil Serentak

CIKEMBUULAN – Jalanan di depan Masjid Al-Istikmal Cikembulan tampak berbeda pada Jumat sore, 6 Maret 2026. Alih-alih deru mesin kendaraan yang mendominasi, suasana justru dipenuhi dengan senyum ramah dan antusiasme ratusan guru serta siswa madrasah. MI Cikembulan, sebagai salah satu institusi pendidikan dasar terkemuka di wilayah tersebut, turut ambil bagian secara aktif dalam kegiatan “Berbagi Takjil Madrasah Se-Kecamatan Sidamulih”.

Kegiatan kolaboratif ini bukan sekadar inisiatif lokal, melainkan perwujudan dari instruksi dan program kerja yang diwajibkan oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pangandaran. Agenda ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap ra dan madrasah di bawah naungannya hadir di tengah masyarakat, menebar manfaat nyata, terutama di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah.

Menjalankan Amanah Kemenag Pangandaran
Aksi sosial yang dimulai tepat pukul 16.30 WIB ini menyasar para pengguna jalan, masyarakat kurang mampu, dan musafir yang melintas di jalur utama depan Masjid Al-Istikmal. Keikutsertaan MI Cikembulan dalam kegiatan ini merupakan bentuk kepatuhan terhadap kebijakan Kemenag Kabupaten Pangandaran yang mendorong madrasah untuk melakukan syiar Islam melalui aksi nyata.

Program “Berbagi Takjil” ini diikuti oleh jajaran pendidikan dari berbagai tingkatan di wilayah kecamatan Sidamulih, mulai dari RA Al-Ikhlas, RA Al-Khoeriyah, RA Assyfa, MI Ciokong, MTs Al-Khoeriyah, hingga MAN 1 Pangandaran. Sinergi ini menunjukkan kesolidan komunitas pendidikan ra dan madrasah di Kecamatan Sidamulih dalam menjawab panggilan kemanusiaan.

Dalam sela-sela kesibukan membagikan paket takjil, Kepala MI Cikembulan, IIP Miptahul Munir, S.Ag., M.Pd., memberikan tanggapan mengenai urgensi kegiatan ini. Beliau menekankan bahwa pembelajaran bagi siswa tidak hanya terjadi di dalam ruang kelas dengan buku teks, tetapi juga melalui interaksi sosial yang menumbuhkan empati.

“Kegiatan berbagi takjil ini adalah wujud nyata dari pendidikan karakter yang kami tanamkan di MI Cikembulan. Kami tidak hanya ingin mencetak generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Sesuai dengan arahan Kantor Kemenag Kabupaten Pangandaran, momen Ramadhan ini adalah saat yang paling tepat untuk menunjukkan bahwa madrasah hadir sebagai bagian tak terpisahkan dari masyarakat. Kami berharap, melalui sepotong kue atau segelas minuman yang dibagikan, anak didik kami belajar arti keikhlasan dan tangan di atas,” ungkap IIP Miptahul Munir, S.Ag., M.Pd.

Beliau juga menambahkan bahwa lokasi di depan Masjid Al-Istikmal Cikembulan dipilih secara strategis karena merupakan titik kumpul masyarakat sekaligus simbol pusat kegiatan keagamaan di desa tersebut.

Implementasi Kurikulum Kehidupan
Bagi MI Cikembulan, keikutsertaan dalam agenda wajib Kemenag ini merupakan bagian dari “Kurikulum Kehidupan”. Para guru dan staf bekerja sama menyiapkan paket takjil yang sehat dan layak konsumsi. Keterlibatan para pendidik dalam aksi lapangan ini juga berfungsi sebagai teladan (uswatun hasanah) bagi para siswa dan wali murid.

Suasana gotong royong sangat terasa saat paket-paket takjil dipindahkan dari kendaraan menuju titik pembagian. Tidak ada sekat antara kepala sekolah, guru, maupun staf; semuanya bahu-membahu melayani masyarakat. Hal ini selaras dengan semangat Adiwiyata dan tradisi kearifan lokal yang selama ini dijunjung tinggi oleh keluarga besar MI Cikembulan.

Respons masyarakat sekitar dan para pengendara sangat positif. Kehadiran personel dari MI Cikembulan yang menyapa dengan ramah memberikan citra positif bagi madrasah sebagai lembaga pendidikan yang peduli. Di tengah tantangan zaman, aksi seperti ini menjadi bukti bahwa madrasah tetap menjadi benteng moral dan sosial di lingkungan Kabupaten Pangandaran.

Selain memberikan manfaat bagi penerima, kegiatan ini juga mempererat tali silaturahmi antar instansi pendidikan di Sidamulih. Komunikasi yang terjalin antara MI Cikembulan dengan madrasah lain seperti MTs Al-Khoeriyah dan MAN 1 Pangandaran dalam menyukseskan acara ini memperkuat ekosistem pendidikan Islam di wilayah tersebut.

Melalui kegiatan rutin yang diwajibkan oleh Kemenag Pangandaran ini, MI Cikembulan berkomitmen untuk terus konsisten dalam program-program kemasyarakatan. Dengan berakhirnya kegiatan pada waktu menjelang berbuka (maghrib), lelah yang dirasakan para peserta seolah terbayar dengan senyum kepuasan para warga.

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa di bulan Ramadhan, kebahagiaan sejati ditemukan saat kita mampu memberi. MI Cikembulan telah membuktikan bahwa dengan bersinergi dan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, madrasah dapat menjadi cahaya kebaikan bagi lingkungan sekitarnya.

Untuk menonton keseruannya seperti apa bisa klik disini!

Kategori
Berita

Harmoni Lingkungan dan Tradisi: MI Cikembulan Gelar Aksi Bersih Massal Sambut Ramadhan dalam Bingkai Adiwiyata

Cikembulan– Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Cikembulan menggelar aksi kerja bakti besar-besaran yang melibatkan seluruh elemen madrasah. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 13 Februari 2026 ini bukan sekadar ritual bersih-bersih biasa, melainkan sebuah integrasi antara implementasi Program Adiwiyata dan pelestarian tradisi gotong royong yang telah mengakar di masyarakat Indonesia.

Sejak pagi hari, halaman MI Cikembulan sudah tampak ramai. Siswa, guru, staf kependidikan berkumpul dengan membawa berbagai peralatan kebersihan. Semangat keceriaan terpancar dari wajah para siswa yang antusias membersihkan ruang kelas dan taman sekolah mereka sebagai bagian dari persiapan fisik dan spiritual menyambut bulan puasa.

Sebagai sekolah yang berkomitmen pada program Adiwiyata, MI Cikembulan terus berupaya menciptakan lingkungan belajar yang bersih, sehat, dan asri. Kegiatan pada Jumat pagi ini menjadi momentum krusial untuk menanamkan nilai-nilai edukasi lingkungan secara langsung kepada para peserta didik. Para siswa diajarkan untuk memilah sampah antara organik dan anorganik. Hal ini sejalan dengan prinsip Adiwiyata yang mengedepankan aspek edukatif dalam setiap kegiatan pelestarian lingkungan.

Di sisi lain, kegiatan ini juga merupakan manifestasi dari tradisi gotong royong menyambut bulan suci Ramadhan. Tradisi membersihkan lingkungan sekolah sebelum memasuki bulan puasa sudah menjadi bagian dari identitas budaya di MI Cikembulan.

Semangat gotong royong ini terlihat dari cara kerja yang terorganisir. Guru dan siswa bahu-membahu membersihkan selasar, jendela, hingga area halaman. Kebersamaan ini menciptakan ikatan emosional yang kuat, membuktikan bahwa persiapan menyambut bulan suci paling indah dilakukan dengan kebersamaan.

Kepala MI Cikembulan, Iip Miptahul Munir, S.Ag., M.Pd, yang turut terjun langsung memantau kegiatan tersebut, memberikan apresiasi yang tinggi atas semangat seluruh warga madrasah pada pelaksanaan kerja bakti kali ini.

“Kegiatan bersih-bersih pada hari Jumat, 13 Februari ini adalah wujud nyata dari kecintaan kita terhadap lingkungan dan rasa syukur kita dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Melalui implementasi program Adiwiyata, kita ingin memastikan bahwa MI Cikembulan tidak hanya mencetak generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesalehan ekologis—peduli pada kelestarian alam ciptaan Allah SWT,” ujar Iip Miptahul Munir, S.Ag., M.Pd.

Beliau juga menambahkan bahwa tradisi gotong royong harus terus dipupuk. “Dengan membersihkan madrasah kita secara bersama-sama, kita sedang menyiapkan rumah kedua bagi anak-anak kita agar mereka dapat menjalankan ibadah dan belajar di bulan Ramadhan dengan lebih khusyuk, nyaman, dan tenang,” pungkasnya.

Keceriaan tidak hanya datang dari jajaran guru, tetapi juga terpancar dari para siswa. Salah satu siswa kelas 5, Haykal Putra, tampak semangat menyapu area halaman depan kelasnya bersama teman-teman sebayanya. Sambil sesekali menyeka keringat, ia mengungkapkan kegembiraannya bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini.

“Senang sekali bisa ikut kerja bakti hari ini. Rasanya jadi lebih semangat sekolahnya kalau kelas dan halamannya bersih begini. Apalagi sebentar lagi mau puasa Ramadhan, jadi kalau sekolahnya rapi, belajar dan ibadahnya juga jadi lebih nyaman. Tadi aku sama teman-teman juga diajarkan cara memilah sampah yang benar sama Bapak Guru,” ujar Haykal Putra dengan wajah ceria.

Keikutsertaan siswa seperti Haykal menunjukkan bahwa nilai-nilai Adiwiyata dan semangat gotong royong telah tersampaikan dengan baik kepada generasi muda di MI Cikembulan.

Dampak dari kegiatan ini langsung terasa. Lingkungan MI Cikembulan kini tampak jauh lebih segar dan tertata. Selain lingkungan yang bersih, kegiatan ini juga memberikan pelajaran berharga tentang kerja sama tim dan tanggung jawab.

Ke depan, MI Cikembulan berkomitmen untuk menjadikan aksi kebersihan ini sebagai gaya hidup sehari-hari. Dengan semangat Adiwiyata dan tradisi gotong royong yang kuat, madrasah optimis dapat menjadi sekolah model yang mampu menyelaraskan antara prestasi pendidikan dan pelestarian nilai-nilai luhur bangsa serta agama.

 

Kategori
Berita

Siap Beraksi! MI Cikembulan Terjunkan Kontingen Terbaik di POSMAD KKM Sidamulih-Pangandaran.

Pangandaran — Madrasah Ibtidaiyah (MI) Cikembulan mengikuti kegiatan POSMAD (Pekan Olahraga, Seni, dan Madrasah) 2026 yang diselenggarakan oleh KKM Kecamatan Sidamulih–Pangandaran. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa–Rabu, 10–11 Februari 2026, bertempat di MIN 6 Pangandaran, dan diikuti oleh seluruh siswa-siswi madrasah ibtidaiyah se-KKM Sidamulih–Pangandaran. Kegiatan POSMAD merupakan agenda pembinaan tahunan yang bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik dalam bidang olahraga, seni, dan akademik, sekaligus memperkuat karakter, sportivitas, serta kepercayaan diri siswa. Melalui kegiatan ini, siswa diberikan ruang untuk belajar berkompetisi secara sehat dan menjalin kebersamaan dengan siswa dari madrasah lain. Pada POSMAD 2026 ini, MI Cikembulan mengirimkan beberapa siswa terbaik untuk mengikuti berbagai cabang perlombaan, di antaranya calistung, catur, gobag sodor, lari, lomba cerdas cermat, mini soccer, pidato, puisi, dan bola voli. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan pendampingan guru sebagai bentuk pembinaan dan penguatan karakter. Kepala MI Cikembulan, Iip Miptahul Munir, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa partisipasi dalam POSMAD merupakan bagian dari proses pendidikan yang utuh. “Melalui POSMAD, madrasah ingin membentuk siswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keberanian, sportivitas, dan semangat kebersamaan. Ini adalah pengalaman belajar yang sangat berharga bagi anak-anak,” ungkapnya. Guru pendamping, Enung Yuliawati, S.Ag., menambahkan bahwa siswa menunjukkan semangat dan sikap positif selama kegiatan berlangsung. “Anak-anak mengikuti setiap perlombaan dengan penuh antusias. Mereka belajar disiplin, tanggung jawab, serta saling mendukung satu sama lain,” ujarnya. Selama dua hari pelaksanaan, kegiatan POSMAD berjalan dengan tertib dan lancar berkat kerja sama panitia, guru pendamping, serta dukungan dari seluruh pihak. Kehadiran siswa MI Cikembulan dalam kegiatan ini menjadi bentuk komitmen madrasah dalam mendukung pengembangan minat dan bakat peserta didik. Melalui keikutsertaan dalam POSMAD 2026 KKM Sidamulih–Pangandaran, MI Cikembulan berharap para siswa semakin termotivasi untuk terus belajar, berprestasi, dan membawa nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah maupun di masyarakat.

Kategori
Berita

Kolaborasi Pendidikan: PKKJ Persis 1 Pajagalan di MI Cikembulan

PKKJ Pesantren Persis 1 Pajagalan Dorong Penguatan Pendidikan di MI Cikembulan
Pangandaran — Sebanyak 12 siswa Pesantren Persatuan Islam (Persis) 1 Pajagalan melaksanakan kegiatan Praktek Kependidikan dan Khidmah Jam’iyyah (PKKJ) di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Cikembulan, Kabupaten Pangandaran. Kegiatan pengabdian ini berlangsung selama satu pekan, mulai 20 Januari hingga 27 Januari 2026.
PKKJ merupakan program praktik lapangan yang bertujuan membekali siswa pesantren dengan pengalaman langsung dalam bidang pendidikan, dakwah, dan pengabdian kepada masyarakat. Program ini menjadi bagian dari proses pembinaan karakter serta penguatan kompetensi kependidikan siswa Pesantren Persis 1 Pajagalan.
Selama pelaksanaan kegiatan, para peserta PKKJ terlibat aktif dalam berbagai aktivitas madrasah, di antaranya praktik mengajar di kelas, pendampingan kegiatan keagamaan, serta partisipasi dalam kegiatan pendukung pembelajaran. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara terarah dengan pendampingan ustadz pamong dan koordinasi bersama pihak madrasah.
Kepala MI Cikembulan, Iip Miptahul Munir, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan PKKJ memberikan kontribusi positif bagi madrasah dan peserta didik.
“Kegiatan PKKJ ini memberikan manfaat nyata bagi MI Cikembulan, terutama dalam mendukung proses pembelajaran dan pembinaan karakter siswa. Kami berharap program seperti ini dapat terus berlanjut dan semakin memperkuat sinergi antar lembaga pendidikan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok siswa PKKJ Pesantren Persatuan Islam 1 Pajagalan menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran yang bermakna sekaligus bentuk pengabdian kepada masyarakat.
“PKKJ merupakan kesempatan bagi kami untuk belajar sekaligus mengabdi. Semoga kehadiran kami dapat memberikan manfaat dan menjadi motivasi bagi siswa-siswi MI Cikembulan untuk terus semangat dalam menuntut ilmu,” tuturnya.
Melalui kegiatan PKKJ ini, Pesantren Persis 1 Pajagalan menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan serta mencetak generasi yang memiliki kesiapan akademik, akhlak yang baik, dan kepedulian sosial. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata kolaborasi antara pesantren dan madrasah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang positif dan berkelanjutan.

 

Kategori
Berita

Guru MI Cikembulan dan RA Assyifa Tingkatkan Kompetensi melalui Webinar Continuous Improvement Berbasis Nilai Islam

MI Cikembulan dan RA Assyifa terus berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan tata kelola madrasah. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah dengan mengikuti Webinar Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang diselenggarakan oleh Universitas Buddhi Dharma bekerja sama dengan Yayasan Insan Cita Abditama, dengan tema Implementasi Continuous Improvement (CI) di Dunia Pendidikan.
Webinar yang dilaksanakan secara daring pada Sabtu, 10 Januari 2026 ini menjadi sarana bagi para guru untuk memperdalam pemahaman tentang bagaimana proses perbaikan berkelanjutan dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar dan pengelolaan sekolah. Melalui pendekatan ini, guru didorong untuk terus mengevaluasi, memperbaiki, dan meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkesinambungan.
Dalam kegiatan tersebut, konsep Continuous Improvement dijelaskan sebagai pendekatan yang selaras dengan nilai-nilai Islam, seperti islah (perbaikan), ihsan (memberikan yang terbaik), dan istiqamah (konsistensi dalam kebaikan). Dengan pemahaman ini, peningkatan mutu tidak hanya menjadi target program, tetapi juga bagian dari budaya kerja guru dan madrasah.
Kepala Madrasah MI Cikembulan, Bapak Iip Miptahul Munir, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan dorongan positif bagi para guru untuk terus berkembang dan berinovasi dalam pembelajaran. Menurutnya, guru yang mau terus belajar akan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih bermakna bagi peserta didik.
Ketua Yayasan Insan Cita Abditama, Bapak Beben Kuswandani, juga mengapresiasi keikutsertaan para guru dalam kegiatan ini. Ia menilai bahwa penguatan kapasitas guru melalui pelatihan dan webinar seperti ini merupakan investasi penting dalam membangun kualitas lembaga pendidikan.
Webinar ini menghadirkan tim dosen dari Universitas Buddhi Dharma sebagai pemateri, yaitu:
– Assoc. Prof. Dr. Abidin, S.T., M.Si., yang membahas konsep Continuous Improvement dalam perspektif Islam dan manajemen mutu pendidikan.
– Prihantoro Syahdu Sutopo, S.T., M.T., yang menjelaskan penerapan siklus PDCA (Plan–Do–Check–Act) dalam pengelolaan sekolah.
– Andri Oktarian, S.T., M.T., yang menguraikan penggunaan 7 tools pengendalian mutu untuk menganalisis dan menyelesaikan masalah di sekolah.
– Sulkhan, S.T., M.T., yang menyampaikan materi Kaizen dan 5S dalam menciptakan lingkungan belajar yang rapi, bersih, dan disiplin.
– Ir. Alek, S.T., M.M., IPM., ASEAN Eng., yang membahas Review Artificial Intelligence
– Achmad Mico Wahono, S.T., M.T., yang memaparkan Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Pembelajaran

Melalui kegiatan ini, para guru MI Cikembulan dan RA Assyifa diharapkan dapat mengimplementasikan prinsip perbaikan berkelanjutan dalam kegiatan sehari-hari di madrasah, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih terarah, efektif, dan berkualitas. Webinar ini juga menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam membangun madrasah yang unggul, profesional, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.