Kategori
Berita

Investasi Akhirat! MI Cikembulan Kirim Delegasi Terbaik ke Gebyar Haflah Hifdzil Qur’an 2026

PANGANDARAN – Semangat membumikan Al-Qur’an kini tengah menyelimuti keluarga besar MI Cikembulan. Sebanyak 9 siswa-siswi terbaik madrasah tersebut dipastikan akan ikut serta dalam ajang bergengsi Gebyar Haflah Hifdzil Qur’an Tingkat Kabupaten Pangandaran Tahun 2026.

Tujuan mereka jelas: Gedung MAN 1 Pangandaran. Di sanalah, perhelatan akbar Gebyar Haflah Hifdzil Qur’an Tingkat Kabupaten Pangandaran Tahun 2026 diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran.

Kegiatan tahun ini mengusung tema yang sangat filosofis: “Gema Wahyu di Bumi Pangandaran: Membumikan Al-Qur’an, Melangitkan Harapan, Menuju Generasi Emas 2045”. Tema ini bukan sekadar rangkaian kata indah di atas spanduk, melainkan sebuah visi besar untuk membentuk karakter anak muda Pangandaran yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual.

Bagi MI Cikembulan, partisipasi dalam ajang ini adalah bentuk nyata dari implementasi pendidikan karakter. Di tengah gempuran arus digitalisasi dan modernitas yang seringkali menjauhkan anak-anak dari nilai-nilai agama, MI Cikembulan justru semakin mempererat hubungan siswanya dengan kitab suci.

Sebelas nama telah tercatat dalam daftar delegasi. Mereka adalah putra-putri terbaik yang telah melalui seleksi internal yang ketat di madrasah. Berikut adalah para pejuang ayat Allah tersebut:

  1. Mochamad Alfin Fathurrohman (Siswa Kelas 3)

  2. Muhammad Hafidz Ibnu Rojab Bin Ma’ruf (Siswa Kelas 3)

  3. Khanza Ayudia Sujono(Siswa Kelas 4)

  4. Iklima Assadiyah (Siswa Kelas 5)

  5. Naina Kusniawati (Siswa Kelas 5)

  6. Rava Al-Zheira (Siswa Kelas 5)

  7. Ayuha Azka Anzani (Siswa Kelas 6)

  8. Ihsan Abdi Alhawari (Siswa Kelas 6)

  9. Hasna Inas Sajidach (Siswa Kelas 6)

Pemilihan MAN 1 Pangandaran sebagai lokasi kegiatan memberikan nuansa tersendiri. Sebagai salah satu institusi pendidikan unggulan di kabupaten, MAN 1 Pangandaran memiliki fasilitas yang memadai untuk menampung ratusan peserta dari jenjang RA, MI, MTs, hingga MA.

Bagi para siswa MI Cikembulan, menginjakkan kaki di MAN 1 Pangandaran adalah sebuah kebanggaan. Ini adalah panggung besar pertama bagi sebagian dari mereka. Persiapan mental menjadi fokus utama para guru pembimbing. Selain kelancaran hafalan (fashohah), aspek kepercayaan diri dan ketenangan saat menghadapi dewan hakim menjadi poin penting yang terus dilatih dalam simulasi internal di sekolah.

Kepala MI Cikembulan tidak dapat menyembunyikan rasa harunya saat melepas keberangkatan para siswa ini. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa nilai seorang penghafal Al-Qur’an terletak pada kemuliaan akhlaknya, bukan sekadar piala yang dibawa pulang.

“Hari ini, hati saya dipenuhi dengan rasa syukur yang tak terhingga. Melihat wajah-wajah tulus anak-anak kita, saya melihat masa depan Pangandaran yang cerah. Saya merasa sangat bangga dan bersyukur melihat antusiasme anak-anak kita dalam mengikuti Gebyar Haflah Hifdzil Qur’an tahun ini di MAN 1 Pangandaran.”

“Ini bukan sekadar kompetisi untuk mencari siapa yang paling cepat menghafal, melainkan langkah nyata kita untuk melahirkan generasi qur’ani yang akan menjadi pemimpin di masa depan. Kepada anak-anakku: Alfin, Hafidz, Khanza, Iklima, Naina, Rava, Ayuha, Ihsan, dan Hasna—tampilkanlah yang terbaik. Niatkan karena ibadah, bukan karena pujian manusia. Jadikan momentum ini sebagai penyemangat untuk terus mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Doa seluruh keluarga besar MI Cikembulan menyertai setiap langkah kalian.” — Kepala MI Cikembulan.

Mengapa kegiatan seperti Haflah Hifdzil Qur’an ini begitu penting? Jawabannya terletak pada target nasional Indonesia di tahun 2045. Seratus tahun kemerdekaan Indonesia menuntut adanya sumber daya manusia yang unggul.

MI Cikembulan percaya bahwa keunggulan itu dimulai dari hati yang bersih. Dengan menghafal Al-Qur’an, otak siswa terlatih untuk fokus, disiplin, dan memiliki daya ingat yang tajam. Secara psikologis, kedekatan dengan Al-Qur’an juga memberikan ketenangan emosional yang sangat dibutuhkan oleh remaja di masa transisi.

Keberhasilan pengiriman delegasi ini juga tidak lepas dari peran aktif orang tua siswa. Tanpa dukungan di rumah, mustahil bagi seorang anak untuk konsisten menjaga hafalannya. Sinergi antara madrasah, orang tua, dan masyarakat Cikembulan menjadi kunci utama mengapa program tahfidz di sekolah ini terus berkembang pesat dari tahun ke tahun.

Gebyar Haflah Hifdzil Qur’an 2026 di MAN 1 Pangandaran akan menjadi catatan sejarah bagi MI Cikembulan. Menang atau kalah hanyalah bagian dari proses belajar, namun keberanian untuk berdiri di hadapan banyak orang dan melantunkan ayat-ayat suci adalah kemenangan yang sesungguhnya.

Semoga kesembilan Siswa kita diberikan kemudahan, kelancaran lisan, dan ketetapan hati selama kegiatan berlangsung. Amin Ya Rabbal Alamin.

Kategori
Berita

Sinergi Kebaikan di Gerbang Ramadhan: MI Cikembulan dan RA dan Madrasah Se-Kecamatan Sidamulih Gelar Aksi Berbagi Takjil Serentak

CIKEMBUULAN – Jalanan di depan Masjid Al-Istikmal Cikembulan tampak berbeda pada Jumat sore, 6 Maret 2026. Alih-alih deru mesin kendaraan yang mendominasi, suasana justru dipenuhi dengan senyum ramah dan antusiasme ratusan guru serta siswa madrasah. MI Cikembulan, sebagai salah satu institusi pendidikan dasar terkemuka di wilayah tersebut, turut ambil bagian secara aktif dalam kegiatan “Berbagi Takjil Madrasah Se-Kecamatan Sidamulih”.

Kegiatan kolaboratif ini bukan sekadar inisiatif lokal, melainkan perwujudan dari instruksi dan program kerja yang diwajibkan oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pangandaran. Agenda ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap ra dan madrasah di bawah naungannya hadir di tengah masyarakat, menebar manfaat nyata, terutama di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah.

Menjalankan Amanah Kemenag Pangandaran
Aksi sosial yang dimulai tepat pukul 16.30 WIB ini menyasar para pengguna jalan, masyarakat kurang mampu, dan musafir yang melintas di jalur utama depan Masjid Al-Istikmal. Keikutsertaan MI Cikembulan dalam kegiatan ini merupakan bentuk kepatuhan terhadap kebijakan Kemenag Kabupaten Pangandaran yang mendorong madrasah untuk melakukan syiar Islam melalui aksi nyata.

Program “Berbagi Takjil” ini diikuti oleh jajaran pendidikan dari berbagai tingkatan di wilayah kecamatan Sidamulih, mulai dari RA Al-Ikhlas, RA Al-Khoeriyah, RA Assyfa, MI Ciokong, MTs Al-Khoeriyah, hingga MAN 1 Pangandaran. Sinergi ini menunjukkan kesolidan komunitas pendidikan ra dan madrasah di Kecamatan Sidamulih dalam menjawab panggilan kemanusiaan.

Dalam sela-sela kesibukan membagikan paket takjil, Kepala MI Cikembulan, IIP Miptahul Munir, S.Ag., M.Pd., memberikan tanggapan mengenai urgensi kegiatan ini. Beliau menekankan bahwa pembelajaran bagi siswa tidak hanya terjadi di dalam ruang kelas dengan buku teks, tetapi juga melalui interaksi sosial yang menumbuhkan empati.

“Kegiatan berbagi takjil ini adalah wujud nyata dari pendidikan karakter yang kami tanamkan di MI Cikembulan. Kami tidak hanya ingin mencetak generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Sesuai dengan arahan Kantor Kemenag Kabupaten Pangandaran, momen Ramadhan ini adalah saat yang paling tepat untuk menunjukkan bahwa madrasah hadir sebagai bagian tak terpisahkan dari masyarakat. Kami berharap, melalui sepotong kue atau segelas minuman yang dibagikan, anak didik kami belajar arti keikhlasan dan tangan di atas,” ungkap IIP Miptahul Munir, S.Ag., M.Pd.

Beliau juga menambahkan bahwa lokasi di depan Masjid Al-Istikmal Cikembulan dipilih secara strategis karena merupakan titik kumpul masyarakat sekaligus simbol pusat kegiatan keagamaan di desa tersebut.

Implementasi Kurikulum Kehidupan
Bagi MI Cikembulan, keikutsertaan dalam agenda wajib Kemenag ini merupakan bagian dari “Kurikulum Kehidupan”. Para guru dan staf bekerja sama menyiapkan paket takjil yang sehat dan layak konsumsi. Keterlibatan para pendidik dalam aksi lapangan ini juga berfungsi sebagai teladan (uswatun hasanah) bagi para siswa dan wali murid.

Suasana gotong royong sangat terasa saat paket-paket takjil dipindahkan dari kendaraan menuju titik pembagian. Tidak ada sekat antara kepala sekolah, guru, maupun staf; semuanya bahu-membahu melayani masyarakat. Hal ini selaras dengan semangat Adiwiyata dan tradisi kearifan lokal yang selama ini dijunjung tinggi oleh keluarga besar MI Cikembulan.

Respons masyarakat sekitar dan para pengendara sangat positif. Kehadiran personel dari MI Cikembulan yang menyapa dengan ramah memberikan citra positif bagi madrasah sebagai lembaga pendidikan yang peduli. Di tengah tantangan zaman, aksi seperti ini menjadi bukti bahwa madrasah tetap menjadi benteng moral dan sosial di lingkungan Kabupaten Pangandaran.

Selain memberikan manfaat bagi penerima, kegiatan ini juga mempererat tali silaturahmi antar instansi pendidikan di Sidamulih. Komunikasi yang terjalin antara MI Cikembulan dengan madrasah lain seperti MTs Al-Khoeriyah dan MAN 1 Pangandaran dalam menyukseskan acara ini memperkuat ekosistem pendidikan Islam di wilayah tersebut.

Melalui kegiatan rutin yang diwajibkan oleh Kemenag Pangandaran ini, MI Cikembulan berkomitmen untuk terus konsisten dalam program-program kemasyarakatan. Dengan berakhirnya kegiatan pada waktu menjelang berbuka (maghrib), lelah yang dirasakan para peserta seolah terbayar dengan senyum kepuasan para warga.

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa di bulan Ramadhan, kebahagiaan sejati ditemukan saat kita mampu memberi. MI Cikembulan telah membuktikan bahwa dengan bersinergi dan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, madrasah dapat menjadi cahaya kebaikan bagi lingkungan sekitarnya.

Untuk menonton keseruannya seperti apa bisa klik disini!